Berpikir Komputasional
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah berakibat macet
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) digelar serentak di seluruh Indonesia pada tahun ajaran 2025/2026. Ratusan ribu siswa dari ribuan sekolah, tentunya dengan adanya MPLS ini membuat banyaknya kendala yang ada di jalanan yaitu kemacetan. Kemacetan ini diakibatkan karena serentaknya para siswa/i yang berbondong-bondong datang ke sekolah pada waktu yang sempit. Orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah mendominasi arus lalu lintas sejak pukul 06.00-07.00 WIB.
Banyak orang tua tampak turun dari mobil untuk mengantar langsung anak mereka ke dalam lingkungan sekolah. Di sisi lain, siswa-siswi yang baru pertama kali masuk ke jenjang pendidikan baru tampak canggung dan membutuhkan pendampingan.
Sementara itu, orang tua siswa pun merasa dilematis. Mereka merasa perlu mendampingi anaknya di hari pertama sekolah, tetapi juga merasa tidak nyaman dengan kemacetan yang terjadi.
Kegiatan MPLS sendiri akan berlangsung selama lima hari, hingga Jumat (19/7). Dinas Perhubungan mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk menghindari jalur sekolah pada pagi hari, atau mencari jalur alternatif.
DEKOMPOSISI
(Memecah masalah besar jadi bagian-bagian kecil)
1. Kegiatan MPLS berlangsung serentak di banyak sekolah
2. Orang tua mengantar anak mereka di jam yang sama
3. Terjadi penumpukan kendaraan di depan sekolah
4. Kurangnya petugas yang mengatur lalu lintas
5. Kurangnya sistem pengaturan drop-off
PENGENALAN POLA
(Mencari pola atau kejadian yang berulang)
1. Kemacetan terjadi di semua sekolah yang ada
2. Terjadi pada jam masuk sekolah (sekitar 06.00-07.00)
3. Umumnya yang terlibat adalah orang tua siswa baru
4. Kemacetan terulang setiap hari pada selama MPLS
ABSTRAKSI
(Mengambil hal-hal penting dan membuang yang nggak terlalu perlu)
• Fokus Utama= Kemacetan disebabkan oleh lonjakan kendaraan pada waktu tertentu
• Faktor Utama= Kegiatan MPLS yang sedang berlangsung
• Data Pendukung= Lokasi kemacetan, dan waktu kejadian
ALGORITMA
(Langkah-langkah atau solusi yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah)
1. Sekolah menerapkan sistem drop-off cepat (max 1 menit)
2. Dishub menempatkan petugas pengatur lalu lintas di titik rawan terjadinya kemacetan
3. Orang tua dan murid baru dianjurkan menggunakan transportasi umum
4. Menerapkan perbedaan pembagian pada jam masuk bagi kelas yang berbeda-beda
5. Sosialisasi rute alternatif dan pemetaan arus kendaraan
REFLEKSI
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) memang penting buat siswa baru supaya bisa kenal lingkungan sekolahnya. Tapi sayangnya, karena semua sekolah mulai barengan, jadi bikin jalanan macet. Banyak orang tua nganter anaknya di jam yang sama, belum lagi anak-anak masih butuh ditemani, jadi makin rame.
Dari kejadian ini, kita bisa belajar kalau acara besar kayak MPLS harus direncanakan dengan baik, bukan cuma acaranya, tapi juga dampaknya, terutama soal lalu lintas. Jadi ke depannya, semua pihak harus kerja sama biar nggak bikin ribet di jalan.
UMPAN BALIK
Buat Sekolah:
Bikin aturan drop-off cepat, jadi orang tua nggak lama-lama di depan sekolah.
Atur jam masuk biar nggak semua datang barengan.
Buat Dinas Perhubungan:
Tambah petugas yang ngatur lalu lintas saat jam sibuk.
Kasih info jalan alternatif sebelum MPLS dimulai.
Buat Orang Tua:
Kalau bisa, pakai kendaraan umum atau barengan sama orang tua lain (nebeng).
Jangan turun lama-lama, biar nggak bikin macet.
Buat Pemerintah Daerah:
Bikin aturan khusus saat MPLS, misalnya ngatur jam masuk.
Siapkan solusi jangka panjang biar kemacetan nggak kejadian terus setiap tahun ajaran baru.
Nama: Muhammad Ferdiaz Al Faruqi
Kelas: XII A2 1
Absen: 18
BISSMILLAHIRRAHMANIRAHIM...☺️🤲🤲
BalasHapusSemangat, Ferdiaz! 💥🌟
BalasHapusHari ini adalah panggungmu—waktunya kamu menunjukkan hasil dari semua usaha dan persiapan yang sudah kamu lakukan. Presentasi ini bukan cuma tentang berbicara di depan orang lain, tapi tentang menyampaikan ide, pemikiran, dan kerja keras yang kamu bangun selama ini.
Kalau rasa gugup datang, itu tandanya kamu peduli. Tapi ingat, kamu sudah siap. Tarik napas pelan-pelan, tenangkan pikiran, dan percayalah pada dirimu sendiri. Kamu menguasai materi ini, dan kamu punya kemampuan untuk menyampaikannya dengan cara yang luar biasa.
Jangan terlalu fokus pada kesempurnaan—fokuslah pada kejelasan, ketulusan, dan semangat dalam menyampaikan. Biarkan audiens melihat keyakinanmu, dan biarkan dirimu merasa bangga karena berani melangkah sejauh ini.
Kamu nggak sendirian. Kami semua di sini mendukung dan percaya sama kamu. Ini baru permulaan dari banyak kesempatan besar di depan.
Lakukan yang terbaik, dan biarkan hasilnya berbicara. Kamu bisa, Ferdiaz!🔥🚀
Apaansi
Hapus🥰🥰🥰
Hapus👍🏿
BalasHapusbagus ferdiaz 🔥
BalasHapuskeren
BalasHapusbagus ferdiaz 🔥
BalasHapuskeren bgt
BalasHapusblogger ini sangat inspiratif dan membantu masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia khususnya di bidang pendidikan pancasila di dalam rumah tangga yang hampir sama dengan benar
BalasHapuskeren
BalasHapusini ahmad zakiy yang komen, sebut ahmad zaki
BalasHapusFerdiaz,
BalasHapusTerima kasih bukan kata yang cukup untuk menggambarkan betapa aku menghargai kehadiran dan peranmu dalam hidupku selama ini. Tapi tetap, izinkan aku menyampaikan rasa terima kasihku dari hati yang paling dalam.
Dalam perjalanan hidup yang nggak selalu mulus ini, kamu selalu jadi sosok yang hadir bukan hanya sebagai teman, tapi sebagai saudara yang bisa diandalkan. Kamu datang tanpa diminta, membantu tanpa diminta balasan, dan tetap tinggal meski aku kadang nggak tahu cara menunjukkan rasa terima kasihku. Itu bukan hal yang biasa — itu sesuatu yang luar biasa.
Aku masih ingat momen-momen di mana aku merasa lelah, bingung, atau bahkan ingin menyerah. Tapi entah bagaimana, kamu selalu punya cara buat menyemangati aku — entah lewat kata-kata sederhana, kehadiranmu yang menenangkan, atau candaan recehmu yang selalu berhasil bikin aku senyum. Kamu punya cara sendiri untuk membuat dunia jadi terasa lebih ringan, dan aku bersyukur banget atas itu.
Apa pun yang sudah kamu lakukan — besar atau kecil, terlihat atau tidak — semuanya berarti buatku. Kamu nggak cuma hadir saat aku butuh, tapi kamu juga jadi contoh tentang bagaimana menjadi manusia yang tulus dan kuat. Aku belajar banyak darimu, tanpa kamu sadari. Tentang sabar, tentang tanggung jawab, tentang jadi teman yang bisa dipercaya.
Mungkin aku nggak sering bilang ini, tapi kamu adalah salah satu orang yang aku syukuri dalam hidup. Dunia terasa lebih baik karena ada orang seperti kamu di dalamnya. Terima kasih sudah jadi teman, tempat cerita, pelindung, dan motivasi.
Semoga semua kebaikan yang sudah kamu tabur, kembali padamu dalam bentuk kebahagiaan, kesehatan, rezeki, dan cinta yang nggak habis-habis. Aku doakan jalanmu selalu dipermudah, langkahmu selalu diberkahi, dan impianmu satu per satu tercapai.
Kalau suatu hari kamu butuh seseorang yang bisa kamu andalkan, aku harap aku bisa ada di sana seperti kamu pernah ada untukku.
Sekali lagi, dari lubuk hatiku yang paling dalam:
Terima kasih, Ferdiaz.
Dengan hormat dan penuh rasa syukur
Wahh semabgat KANG FERDIAZ
BalasHapus